Luka Gatal Akibat Diabetes, Ini Cara Mudah Mengatasinya
KESEHATAN,TIMELINES.ID- Memiliki penyakit diabetes kerap membuat luka ringan yang bahkan hanya goresan kecil, menjadi luka berat yang bahkan sulit untuk sembuh.
Terkadang luka pada tubuh juga menjadi gatal dan membuat tak tahan, untuk menggaruk luka yang berujung kian parahnya luka itu.
Dilansir dari Hellosehat.com, diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Tanpa disadari, perubahan gula darah ini dapat memengaruhi kesehatan kulit.
Tingginya kadar gula darah dalam tubuh akan mengubah cara kerja sistem saraf yang akan memproduksi lebih banyak zat sitokin dalam tubuh.
Sitokin merupakan salah satu hormon tubuh yang bila diproduksi berlebihan bisa menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi.
Reaksi sitokin berlebih karena diabetes inilah yang membuat orang dengan diabetes dapat menunjukkan ciri-ciri, seperti kulit kering, pecah-pecah, dan gatal.
Kadar gula darah tinggi juga menyebabkan tubuh lebih kekurangan cairan (dehidrasi) karena volume urine yang lebih banyak. Akibatnya, kulit berisiko menjadi lebih kering.
Kondisi kulit kering juga disebabkan oleh komplikasi diabetes berupa neuropati otonom atau gangguan persarafan yang terjadi pada kelenjar keringat.
Diabetes juga berpotensi menyebabkan sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah besar dan kecil pada seluruh tubuh.
Nah, masalah kulit pada diabetes ini bisa menjadi pertanda awal adanya aliran darah yang berkurang pada kulit.
Ciri-ciri kulit gatal karena diabetes
Salah satu kelainan kulit khas yang ditemukan pada kondisi diabetes adalah akantosis nigrikan. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang berubah menghitam dan menebal.
Menurut American Diabetes Association (ADA), akantosis nigrikans lebih umum terjadi pada penyandang diabetes tipe 2 dengan faktor risiko tertentu.
Hal ini termasuk orang dengan diabetes yang juga mengalami obesitas atau resistensi insulin, gejalanya mulai muncul pada tahap prediabetes.
Selain itu, kadar gula darah yang lebih tinggi pada diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit tangan, kaki, hingga area organ intim.
Oleh karena itu, gatal diabetes lebih sering disertai dengan infeksi jamur atau bakteri di kulit dibandingkan saat mengalami rasa gatal biasa.
Semestinya jamur dan bakteri ini tumbuh secara alami pada kulit. Akan tetapi, tingginya kadar glukosa dalam darah membuat bakteri tumbuh cepat dan mulai menginfeksi kulit.
Jika gula darah tidak terkendali, perlahan masalah kulit ini dapat menimbulkan komplikasi diabetes berupa penyakit kulit, seperti dermopati diabetik dan xanthomatosis eruptif.
Beragam cara menghilangkan kulit gatal karena diabetes
Kulit kering dan gatal karena diabetes sering kali membuat Anda tergoda untuk menggaruknya.
Namun segatal apa pun, sebaiknya jangan Anda garuk. Bukan meredakan gatal, menggaruk kulit dengan keras justru dapat melukai kulit dan memicu infeksi berkepanjangan.
Apalagi, orang dengan diabetes rentan memiliki luka diabetes yang susah sembuh. Jika kulit digaruk terlalu keras, ada kemungkinan muncul luka yang bekasnya sulit dihilangkan.
Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi kulit gatal karena diabetes yang dapat Anda lakukan dengan aman.
1. Pakai krim pelembap

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.