BANGKA, TIMELINES.ID — Ratusan kaum emak emak di Sungailiat mengaku tertipu seorang wanita yang menawarkan pinjaman dana Rp10 juta tanpa agunan.

Seorang wanita mengakui bernama Ds alias Om menawarkan pinjaman dana Rp10 juta dengan syarat para debitur menyerahkan uang Down Payment (DP) sebesar Rp.350 ribu beserta Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Aksi wanita ini sudah berlangsung sejak Maret 2023, dirinya menawarkan pinjaman dana segar secara door to door kepada warga. Hanya saja, proses pencairan uang pinjaman tak kunjung diserahkan kepada para korban. Dan Om selalu berkilah masih dalam tahap proses pencarian.

Tak tanggung tanggung dalam melancarkan aksinya Om tak segan segan mendompleng nama Bupati Bangka dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Baca Juga  Triwulan 1 Tahun 2023, Kemenkum HAM Babel Fasilitasi 144 Permohonan Pendaftaran Kekayaan Intelektual

Merasa gelagat semakin mencurigakan, korban korban yang tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Sungailiat dan Pemali akhirnya melaporkan aksi dugaan penipuan yang dilakukan Om ke Mapolres Bangka.

“Ibu ibu di Cendrawasih banyak yang kena menjadi korban di kloter pertama. Salah satunya ibu saya. Ada sekitar 10 orang. Tapi sebenarnya banyak lagi. Cuma alasan si Oma cuma nerima 10 orang dulu. Tapi tak lama nambah lagi 10 orang katanya baru bisa dicairkan,” cerita Rena kepada timelines.id Sabtu (1/7/2023).

Proses pencairan yang tak kunjung tiba membuat para korban curiga. Kata Rena awalnya para korban yang mengajukan peminjaman uang dilakukan survey terlebih dahulu.

Baca Juga  Pj Gubernur Babel Whatsapp Langsung Menteri BUMN, Ada Apa?

Korban korban dijanjikan pencarian akan dilakukan 1 Minggu sebelum lebaran Idulfitri. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

“La sudah survey. Ga cair cair juga. Katanya seminggu sebelu lebaran Puasa kemarin. Ditunggu gak ada juga. Terus katanya selesai malam takbiran. Tapi gak ada juga sampe sekarang,” lanjutnya.

Gerah dan curiga, sebagian korban meminta uang admin yang sudah diserahkan kepada Om untuk dikembalikan. Menurut Rena, sebagian korban mendapatkan uang adminya dari Om. Namun tak semua langsung dikembalikan namun korban yang lain belum mendapatkan uang yang dijanjikan Om.