BANGKA, TIMELINES.ID – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpapertan) Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah menanggapi soal video viral petani yang marah hingga menebas tanaman sayur di Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Aksi tersebut dilakukan lantaran murahnya harga sayur di kalangan petani.

Kepada timelines.id Jum’at (7/7/2023), Syarli mengatakan saat ini harga sayur di kalangan petani rendah Rp1.500 per kilogram sedangkan biaya panen sampai ke pengepul berkisar di angka Rp700 per kilogram.

“Koordinator BPP Merawang dan penyuluh pertanian Desa Balunijuk melakukan konfirmasi langsung ke petani yang bersangkutan bahwa pemotongan sayuran sawi dikarenakan harga sayur sawi ditingkat petani rendah yaitu Rp 1.500 per kg Sedangkan biaya panen sampai ke pengepul Rp 700 per kg jadi petani hanya mendapatkan Rp 800 per kg,” jelas Syarli.

Baca Juga  Kolaborasi dengan Pemkab Bangka, PT Timah Tanam Pohon di Kawasan Pantai dalam Semarak Babel

Menurut Syarli apabila dibiarkan tidak dipanen maka petani akan mengalami kerugian, karena tanamannya mengalami inang hama penyakit sayuran sehingga dibasmi dengan cara ditebas. Sementara dia mengatakan saat ini harga pupuk dan pestisida cukup tinggi dengan harga Rp.1.500 per kilogram.

“Pengepul tidak membeli sayuran petani karena sudah berapa hari ini sayuran yang dibawa ke pasar dibawa pulang kembali,” katanya.