BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID – Warga etnis Tionghoa di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar ritual sembahyang rebut yang dipusatkan di sejumlah kelenteng.

Kelenteng Dharma Suci Manggar  dipadati pengunjung untuk melaksanakan sembahyang rebut termasuk warga masyarakat sekitarnya. Mereka dengan tertib silih berganti sembahyang mendoakan arwah leluhur dan keluarga yang telah meninggal serta memanjatkan doa mohon keberkahan, Rabu (30/8) malam.

Sebagai bentuk mendukung dan menghormati antar umat beragama, Bupati Beltim Burhanudin, Ketua DPRD Fezzi Uktolseja, Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan dan jajaran forkopimda, Camat Manggar Herri hadir di Kelenteng Dharma Suci, dekat pelabuhan Manggar.

Bupati Beltim Aan sapaan Burhanudin menyampaikan kehadirannya dengan forkopimda  adalah untuk bersilahturahmi dengan masyarakat Beltim terutama etnis Tionghoa yang melaksanakan sembahyang rebut.

Baca Juga  1.300 Calon PPPK di Beltim Ikut Apel, Bupati: Tingkatkan Pelayanan Publik

“Intinya kita saling silahturahmi, menjaga kerukunan antar umat beragama yang ada di Beltim. Kita saling menghormati merupakan bentuk toleransi yang harus kita kembangkan di kehidupan masyarakat,“ kata Bupati Aan.

Dalam kesempatan itu,  Jimmy Tjong selaku tokoh masyarakat Beltim keturunan Tionghoa yang juga pengurus Kelenteng Dharma Suci Manggar  sangat bersyukur atas kunjungan Bupati Beltim dan  forkopimda yang mengunjungi tempat ibadah umat Tionghoa termasuk memberikan keamanan dari aparat TNI/Polri.

“Terimakasih atas kunjungan Bupati Beltim, Ketua DPRD Beltim, Kapolres Beltim dan jajaran forkopimda ke Kelenteng Dharma Suci Manggar  termasuk ke beberapa kelenteng yang ada Beltim. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap tradisi budaya ini,” ujar Jimmy Tjong yang juga selaku anggota DPRD Kabupaten Beltim saat ditemui di Kelenteng Dharma Suci Manggar.

Baca Juga  Peserta Termuda dari TK Pembina Gantung Sabet 2 Emas di Kejuaraan Renang

Jimmy Tjong menjelaskan sembahyang rebut sudah menjadi tradisi etnis Tionghoa. 

“Tujuan kita sembahyang untuk mendoakan leluhur yang sudah meninggal, seperti nenek, kakek, orangtua  dan keluarga yang sudah meninggal. Maknanya supaya kita dilindungi, sehat, dilimpahkan rejeki dan aman selalu di Beltim,” ungkap Jimmy Tjong.

Dalam acara itu, Jimmy Tjong menyalurkan bantuan sosial dari Bupati Beltim dan pihak lainnya termasuk umat kepada warga dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. 

“Dukungan Bupati Beltim luarbiasa yang sudah menyerahkan bantuan 1 ton beras dan bantuan lain dari berbagai pihak. Terimakasih banyak, semoga rejeki bapak dan ibu melimpah dan diberi kesehatan serta perlindungan dari Tuhan,” kata Jimmy Tjong. 

Baca Juga  Bupati Beltim Sebut Kondisi Kemiskinan Ekstrem dan Angka Prevalensi Stunting Turun

Sembahyang rebut tahun ini digelar Kelenteng Dharma Suci Manggar  lebih meriah dibanding beberapa tahun yang lalu karena pandemi. Selain bantuan sembako yang diberikan, berbagai makanan dan minuman juga disajikan pihak kelenteng untuk warga yang datang. (Ver Kominfo Beltim)