BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Dua orang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Bangka Belitung (Babel) diduga menjadi korban tindak pidana pelecehan seksual.

Terduga pelaku dikabarkan tidak lain ialah rekan sekantor dua korban sendiri.

Kasus dugaan pelecehan seksual dua orang pegawai BPS Babar ini kemudian viral di media sosial aplikasi X sejak diposting oleh akun @kutubtengah pada Jumat (8/9/2023) sekira jam 21.17 WIB.

Awalnya, akun kutubtengah mempertanyakan kasus itu tidak ada yang mempublikasikannya.

“Ini ga ada yg up kasus pelecehan seksual di instansiku ini ya? Mana pelaku cuma di mutasi, masih satu provinsi lagi sama korban,” tulis akun kutubtengah yang mana postingan itu hingga Senin (11/9/2023) petang telah ditayangkan 1 juta kali tersebut.

Baca Juga  Galang Terima Rp850 Ribu dari Gadai Yamaha F1ZR Hasil Curian, Uangnya Digunakan untuk Ini

Akun tersebut kemudian menuliskan A Thread (Masih jadi pertanyaan gimana bisa pelaku masuk ke kamar korban). Akun kutubtengah juga menjelaskan kronologis awal terjadinya peristiwa dugaan pelecehan seksual melalui tulisan berbentuk gambar.

Mulanya, pada Januari 2023, instansi BPS Babar menggelar kegiatan family gathering di sebuah hotel. Salah satu peserta, A yang sedang mandi menyadari ada kamera HP yang menyorot ke arahnya. A seketika kaget dan menjerit.

Teman-teman A (bertiga atau berempat orang, kesemuanya perempuan) di kamar menghampiri A. Ketika diberitahu A ada orang yang mengintip, teman-teman A berlari ke luar dan berusaha mengejar pelaku yang kabur membawa ponselnya.

Pelaku tidak terkejar. A dan teman-temannya kembali ke kamar mandi, coba melakukan reka ulang situasi untuk memastikan apakah dari posisi HP tersebut, apakah A tertangkap kamera. Kesimpulan mereka, ya, A diintip dan direkam.

Baca Juga  Koleksi 23 Emas, Bangka Tengah Kian Kokoh di Puncak Klasemen Porprov VI Babel

Setelah kejadian itu, di bulan yang sama, A dan teman-temannya berusaha mereka-reka siapa kemungkinan pelecehan seksual. Dugaan kuat mengerucut ke satu orang, X. A sempat mengkonfrontasi X, memintanya untuk menghapus video dan minta maaf.

X tidak memberikan balasan. A melapor ke kepala terkait hal ini. Kepala sempat menanggapi terkait perubahan sikap X yang canggung belakangan. Belum ada tindakan yang diambil.