Oleh: Mastiana, M.Pd

OPINI, Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama dan bahasa. Sebagai negara dengan beribu-ribu pulau dan daerah yang multicultural, Indonesia juga banyak memiliki keanekaragaman bahasa.

Berdasarkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dilakukan sejak 1991 sampai sekarang ini, bahwa ternyata Indonesia tercacat memiliki 750 bahasa daerah yang mengacu berdasarkan akumulasi persebaran bahasa daerah perprovinsi.

Dengan banyaknya bahasa daerah tersebut sehingga rakyat Indonesia memerlukan bahasa pemersatu yang bisa dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Karena pada hakikatnya bahasa yang ada dari Sabang sampai Merauke berbeda-beda bahkan memiliki dialek dan tutur bahasa yang tidak sama.

Hampir setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki “bahasa ibu”-nya masing-masing. Maka bahasa pemersatu sangat diperlukan guna untuk penyamaan persepsi, sehingga tidak ada kesalahan dalam penyampaian makna bahasa dalam berkomunikasi secara luas.

Baca Juga  Momentum Sumpah Pemuda, Ketua KONI Babar Harap jadi Motivasi Atlet untuk Berprestasi

Bahasa sendiri memiliki nilai penting sebagai pemersatu bangsa. Rakyat Indonesia memerlukan satu wadah bahasa yang bisa dimengerti oleh seluruh masyarakat yang tersebar luas di penjuru Indonesia, Sehingga dengan demikian Indonesia memerlukan bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa persatuan atau bahasa nasional pada tanggal 28 Oktober 1928, bertepatan dengan Sumpah Pemuda.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia lewat bahasa tercantum dalam ikrar Sumpah Pemuda ketiga. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan diartikan sebagai bahasa yang digunakan oleh rakyat Indonesia untuk berkomunikasi antarsesama.

Lalu, mengapa Bulan Bahasa dan Sastra diperingati di bulan Oktober?

Dikutip dari situs Kemdikbud bahwa Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah kegiatan setiap Oktober yang berkaitan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Baca Juga  Unik, Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 Digelar di Bebatuan Pantai Mercusuar Batu Betumpang

Bulan Bahasa dilaksanakan sejak tahun 1980 hingga saat ini. Memasuki abad ke -20, rakyat Indonesia merasa membutuhkan bahasa untuk bisa mengikat mereka sebagai bangsa satu yang utuh dalam Negara kesatuan Indonesia.

Bulan Oktober diperingati Indonesia sebagai Bulan Bahasa dan Sastra.

Istilah Bulan Bahasa adalah julukan untuk Oktober. Maka Bulan Bahasa dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, hal ini bermaksud mengingatkan sejarah kelahiran bahasa Indonesia.

Hal tersebut bahkan telah bergaung sejak Indonesia belum merdeka, yakni diikrarkan pada puncak Kongres Pemuda II, maka lahirlah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

“KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA”.