BANGKA, TIMELINES.ID – Kegiatan Studi Tiru SMA Negeri 1 Simpang Rimba di SMA Negeri 1 Pemali pada Kamis (26/10/2023) lalu, tidak hanya bertukar pengalaman tentang OSIS saja, tetapi juga berbagi cerita tentang penulisan karya ilmiah remaja (KIR) dan P5.

Karya ilmiah remaja adalah salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang disusun oleh siswa berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan oleh siswa baik secara berkelompok maupun perorangan.

Diskusi tentang penulisan KIR Remaja itu sendiri dilakukan di perpustakaan.

Di sana sudah ada pematerinya yaitu Dena, Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Pemali, Dery Guru PPKN, Venny dan juga Duta, Parlemen Remaja DPR-RI 2023 yaitu Dafa Satya Pratama (siswa SMA Negeri 1 Pemali).

Baca Juga  Kisah Ketulusan dan Pengabdian Robi Pibra: Pengajar SMAN 1 Simba Dinobatkan sebagai Guru Dedikatif

Sementara dari SMAN 1 Simpang Rimba dipandu langsung oleh Hadiatus Sarifah, S.Pd. dan Listi Vianita, S.Pd.

Dalam diskusi itu, disebutkan untuk membuat suatu karya tulis sangat dibutuhkan yang namanya jurnal.

Jurnal adalah sebuah catatan yang dibuat secara teratur dan sistematis tentang kegiatan, peristiwa, atau pemikiran yang terjadi.

“Cara untuk mengambil inti-inti dari jurnal itu kalian harus ke AI yang zaman sekarang namanya Humata. Humata adalah platform AI yang dirancang khusus untuk meringkas dan menjawab pertanyaan tentang dokumen, terutama karya tulis ilmiah,” tutur Dena.