KESEHATAN,TIMELINES.ID- Kolesterol tinggi menjadi salah satu kondisi medis yang perlu diwaspadai, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit kanker.

Bahkan, pada individu yang sudah terdiagnosis kanker, kolesterol tinggi dapat menyebabkan peningkatan toleransi sel kanker terhadap stres serta mempercepat proses metastasis yang berisiko memperburuk tingkat keberlangsungan hidup penderita kanker. Sebenarnya, apa hubungan kolesterol tinggi dengan risiko kanker?

Untuk memahami secara jelas terkait hubungan kolesterol tinggi dengan risiko kanker, mari simak artikel di bawah ini hingga tuntas.

Apa itu Kolesterol?

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi secara alami oleh berbagai sel dalam tubuh manusia, di mana sekitar seperempat dari kolesterol dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel organ hati.

Baca Juga  5 Makanan yang Bisa Memulihkan Tubuh saat Diare

iSelain diproduksi oleh sel-sel dalam tubuh, kolesterol juga bisa diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan, seperti daging olahan, kuning telur, gorengan, makanan cepat saji, dan lain sebagainya.

Fungsi utama kolesterol adalah untuk membangun dinding dari sel-sel tubuh, membantu tubuh dalam proses sintesis vitamin D, memproduksi hormon steroid seks, berperan dalam mendukung fungsi saraf dan otak, serta memproduksi cairan empedu yang berperan penting dalam sistem pencernaan.

Oleh karena itu, tubuh tetap memerlukan kolesterol dan penting untuk tetap memastikan kadar kolesterol normal di dalam tubuh.

Pasalnya, kadar kolesterol total yang melebihi batas normal, yaitu di atas 200 mg/dL, dapat berpotensi memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, batu empedu, hingga kanker.

Baca Juga  7 Manfaat Buah Durian Bantu Menguatkan Tulang

Hubungan Kolesterol Tinggi dengan Risiko Kanker

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kolesterol tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pertumbuhan sel kanker, terutama kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker testis. Hal ini dikarenakan kolesterol tinggi dapat membuat sel kanker cenderung lebih kebal (resisten) terhadap kondisi stres yang dapat menyebabkan kematian sel.

Jika toleransi sel kanker terhadap stres meningkat, kondisi ini juga dapat meningkatkan kecepatan sel kanker untuk berkembang sekaligus mempercepat proses metastasis atau penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya.

Sebuah penelitian dari jurnal Oncotarget (2015) pernah mengamati hubungan antara hiperkolesterolemia dan karsinogenesis (proses pembentukan sel kanker). Misalnya, tingginya kadar kolesterol yang disebabkan oleh konsumsi makanan dapat meningkatkan ekspresi protein IQGAP-1 yang terkait dengan penyebaran (metastasis) kanker prostat.

Baca Juga  8 Cara Atasi Bibir Pecah-pecah, Pastikan Kamu Baca Nomor 6 Yah

Selain itu, berdasarkan jurnal Biochemical Pharmacology, kolesterol merupakan senyawa yang dapat mendukung proses perkembangan sel kanker usus besar dengan cara mengaktifkan inflamasom (kompleks protein) NLRP3.