Ketua DPRD Babel Harap BPJS Kesehatan Bijak Berikan Sanksi ke RS Medika Stania
BANGKA, TIMELINES.ID — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi mengkritisi kebijakan BPJS Kesehatan memutuskan hubungan kerja sama dengan RS Medika Stania Sungailiat.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menilai melakukan pemutusan hubungan kerja sama dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan dan meningkatkan angka pengangguran baru di Bangka Belitung.
“Pertama harus kita ingat bawah hampir seluruh masyarakat di Bangka Belitung bahkan diharapkan semua mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan dalam program UHC. Sehingga kalau Medika Stania tidak melayani BPJS mengurangi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Nah dia akan pelayanan umum saja. Biasakan pelayanan umum ini mahal tentu memberatkan masyarakat, yang rata rata hampir peserta BPJS Kesehatan,” kata Herman Suhadi kepada timelines.id Selasa (5/12/2023).
Selain itu, pemutusan hubungan kerja sama antara kedua belah pihak juga akan berimbas kepada angka pengangguran baru di Bangka Belitung. Kebijakan ini tentunya sangat tidak tepat mengingat kondisi ekonomi di Bangka Belitung sedang tidak baik.
Dirinya menyadari bahwa restrukturisasi merupakan wewenang pihak manajemen RS Medika Stania. Namun mutasi yang dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan alasan kemanusiaan tentunya akan memberatkan tenaga kerja apalagi dengan jarak yang jauh.
“Kita sangat berharap kami dari lembaga DPRD Babel sangat berharap ada solusi solusi yang lain yang bersifat kemanusiaan lebih baik. Lagi sehingga masyarakat kita yang kebetulan bekerja disitu, masyarakat Babel orang Bangka tidak mutasi terlalu jauh. Kalau sampai mutasi ke Karimun mereka kan punya keluarga, punya anak sehingga biaya hidupnya akan naik,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.