Bukan Bos Maskapai, Ternyata Uang Miliaran yang Disita Kejagung Diduga Berasal dari Crazy Rich PIK Helena Lim
JAKARTA, TIMELINES.ID – Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) melakukan penggeledahan di beberapa tempat yakni kantor PT QSE, PT SD, dan rumah tinggal HL di Jakarta pada 6 Maret sampai dengan 8 Maret 2024.
Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana dalam siaran persnya, Sabtu (9/3/2024) pagi menjelaskan serangkaian penggeledahan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022.
Menurut Ketut dari penggeledahan tersebut, tim penyidik berhasil melakukan penyitaan terhadap barang bukti elektronik, kumpulan dokumen terkait, serta uang tunai sebesar Rp10.000.000.000 dan SGD 2.000.000 yang diduga kuat berhubungan atau merupakan hasil tindak kejahatan.
“Kegiatan penggeledahan dan penyitaan dilakukan oleh Tim Penyidik untuk menindaklanjuti kesesuaian hasil dari pemeriksaan/keterangan para tersangka dan saksi mengenai aliran dana yang diduga berasal dari beberapa perusahaan yang terkait dengan kegiatan tata niaga timah ilegal,” kata Ketut.
Selanjutnya, tim penyidik akan terus menggali fakta-fakta baru dari barang bukti tersebut guna membuat terang suatu tindak pidana yang tengah dilakukan penyidikan.
Sebelumnya, santer terdengar HL yang diperiksa sebagai salah satu saksi dalam perkara Tipikor Tata Niaga Timah adalah bos maskapai penerbangan.
Namun, kabar tersebut sepertinya terbantahkan dengan video siaran pers yang disampaikan Kapuspenkum Kejagung RI, Sabtu lalu.
Dalam video penggeledahan yang dilakukan Tim Penyidik Kejagung, terdapat percakapan yang menyebutkan nama Helena.
Bahkan salah satu penyidik Kejagung menyebutkan nama Helena sedang berada di luar negeri.
