RAMADHAN, TIMELINES.ID– Pada 17 Ramadan 1445 H, tanggal ini dipahami sebagai waktu terjadinya peristiwa Nuzulul Qur’an (turunnya Al Qur’an).

Peristiwa ini sering diperingati dengan semarak. Selain masjid dan musalla, bahkan istana negara juga menggelar peringatan Nuzulul Al-Qur’an. Karena pandemi, peringatan Nuzulul Quran dalam dua tahun terakhir digelar secara berbeda.

Inti peringatan Nuzulul Qur’an adalah agar umat Islam mengambil hikmah/ibrah atas turunnya Al-Quran. Dengan begitu, umat diharapkan menjadi semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin rajin membaca, mentadabbur makna, dan mengamalkannya. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (QS. Al Baqarah: 185)

Baca Juga  Siapakah Orang yang Beruntung?

Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekedar perayaan. Momen ini diperingati dengan harapan melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, yang mau membaca, mempelajari, mentadabbur dan mengamalkan kandungannya.

Sangat disayangkan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mampu membaca Al-Qur’an. Bukan hanya anak-anak, mereka yang sudah dewasa juga banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an.

Hal ini misalnya bisa dilihat saat tes baca Al-Qur’an bagi para calon peserta Pilkada dan pemilihan legislatif di Aceh, sebagian masih ada yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Begitu juga saat uji baca Al-Qur’an bagi calon pengantin di KUA.

Ayo belajar, karena tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Ayo bersahabat dengan Al-Qur’an. Caranya, dengan terus membaca dan mempelajarinya, tidak hanya dibaca ketika momen tertentu saja. Sehingga tidak ada jarak antara kita dan Al Qur’an.

Baca Juga  Hukum Beraktivitas sebelum Mandi Junub

Al-Quran adalah pedoman hidup umat Islam, obat penyejuk dan penenang hati. Setiap huruf yang dibaca, mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.
Pemerintah beberapa tahun lalu sudah mencanangkan program wajib mengaji setelah magrib. Menjadi tugas orang tua untuk mengontrol dan memotivasi anaknya untuk terus mengaji. Jika ini berjalan, ke depan tidak ada lagi generasi umat Islam Indonesia yang tidak mampu membaca Al-Qur’an. Akan lebih baik lagi jika lahir generasi Qur’ani.