Nama Lain Bulan Ramadan
Oleh: Taslim Reftiardana, S.Pd
Kita harus selalu bersyukur kepada Allah Swt. atas rahmatnya, kita masih diberikan kesehatan lahir maupun batin, serta nikmat sempat hingga masih dipertemukan bulan yang ini penuh berkah ini, Syahru Ramadhan, Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan berpuasa di dalamnya. Dalam bulan Ramadan dibuka segala pintu sorga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu segala syaitan. Didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja tidak diberikan kepadanya kebajikan malam itu, Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan)” (HR. Ahmad, An-Nasai dan Baihaqi dari Abu Hurairah)
Dalam kalender Islam, Ramadan adalah bulan kesembilan. Secara bahasa Ramadan berasal dari kata ar-ramdhu yang bermakna teriknya sinar matahari yang amat panas.
Sedangkan secara maknawi, Ramadan adalah bulan yang membakar, yakni membakar semua dosa-dosa dan membumi hanguskan sifat-sifat angkara murka yang bertahta di dalam diri dengan amaliah puasa dan amal saleh lainnya, di bulan Ramadan semua amaliah baik akan dilipatgandakan pahalanya.
Pendapat lain menyatakan Ramadan bermakna mengasah karena di bulan ini para kabilah-kabilah di Jazirah Arab melakukan aktivitas mengasah alat perang mereka.
Dalam hal ini dapat kita pahami bahwa yang mereka asah adalah batin atau mengasah jiwa mereka, karena melalui bulan Ramadan Allah mengajak manusia untuk tidak tergantung dan terikat pada hal-hal yang bersifat materialistik keduniawiaan, dengan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman sampai pada waktu yang telah ditentukan, bahkan juga tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan manakala saat berpuasa, yang demikian sebagai upaya untuk mengaktifkan jiwa rohaninya pada seorang yang berpuasa.
Para ulama berdasarkan penghayatan dan perenungannya memberikan tiga nama lain untuk bulan Ramadan yakni Syahr at-Tarbiyyah, Syahr al-Jihad, dan Syahr ash-Shabr. Di mana akan saya uraikan di bawah ini:
1. Ramadan Syahr at-Tarbiyyah
Adalah Ramadan sebagai bulan pendidikan karena di bulan ini Allah mendidik langsung hamba-hamba-Nya untuk memiliki sifat dan akhlak seperti akhlak Allah Swt. Sebagai contoh Allah tidak makan dan minum, maka orang yang berpuasa diperintahkan agar tidak makan dan minum.
Jadi, pada dasarnya orang yang sedang berpuasa hakikatnya sedang melatih dirinya untuk memiliki sifat-sifat Ilahiyah (Transendental), sehingga ia hadir di tengah-tengah masyarakat menjadi duta-duta Ilahi yang Maha Cinta dan Kasih, bukan menjadi duta Syaitan yang selalu mengajak kepada keburukan dan kerusakan.
