Persamaan Kerja dan Jihad Menurut Rasulullah SAW
KAJIANISLAM, TIMELINES.ID– Bekerja adalah suatu kegiatan yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan hidup manusia. Melalui bekerja, berbagai kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi, dan siklus kehidupan dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, jika dilakukan dengan tujuan yang baik, seperti untuk menafkahi keluarga, bekerja dapat menjadi bentuk ibadah
Dalam Islam, umatnya tidak dilarang untuk bekerja. Namun, yang ditekankan adalah larangan terhadap cinta berlebihan terhadap dunia atau dunia material (Hubbud dunya). Konsep cinta dunia ini tidak dapat diukur semata-mata dengan harta benda, karena pada dasarnya cinta dunia merupakan suatu penyakit hati yang sulit untuk dideteksi dengan sekadar melihat dari luar.
Mengutip NU online tulisan Muhammad Aiz Luthfi, Pengajar di Pesantren Al-Mukhtariyyah Al-Karimiyyah, Subang, menjelaskan bahwa seorang yang tekun dalam bekerja tidak selalu berarti hatinya terikat pada dunia. Bahkan, Rasulullah sendiri telah menekankan pentingnya bekerja. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin (Semarang: Karya Thoha Putra, tanpa tahun) Jilid 2, halaman 63.
Dikisahkan, suatu pagi Rasulullah sedang duduk bersama beberapa sahabat. Tidak lama kemudian melintas seorang pemuda gagah yang terlihat prima, dari atribut dan pakaian yang digunakan, diketahui pemuda itu akan pergi bekerja.
“Alangkah baiknya jika pemuda yang masih memiliki energi dan stamina kuat itu dipakai untuk berjihad di jalan Allah (fi sabilillah),” ucap sahabat.
