PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Salah satu ahli ekonomi Bangka Belitung, Marshal menanggapi polemik yang terjadi antar warga Desa Batu Beriga dengan PT Timah terkait rencana pertambangan di laut Desa Bayu Beriga Kabupaten Bangka tengah.

Ia mengatakan seharusnya aktivitas pertambangan timah di Babel harus ditutup secara permanen dari hulu hingga ke hilir untuk keberlanjutan hidup masyarakat Bangka Belitung selama 300 tahun ke depan.

Setelah itu, saat generasi berikutnya lebih siap secara kualitas SDM dan karakter mental yang tidak korupsi, barulah kita mulai mengelolanya. Dengan kata lain, selain cara pengelolaannya yang benar, harga juga harus terus meningkat, dan penggunaan timah bisa lebih di maksimalkan untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga  Pedagang Merasa Dekat, Doakan Prof Udin Selalu Sehat dan Terpilih Jadi Wali Kota

“Itulah yang dikaji secara ekonomi oleh akademisi. Sekiranya dampak lebih menguntungkan, kenapa tidak ditutup saja secara permanen. Itu hanyalah sebuah penawaran dari kita agar pengelolaannya benar,” ujarnya.

Menurutnya PT Timah sebagai salah satu perusahaan milik negara harusnya memiliki SDM yang mumpuni dalam memproduksi timah. Namun kenyataannya hingga saat ini SDM yang ada di PT Timah hanya bisa memproduksi balok timah.