Ekonomi Biru dan Quality Tourism untuk Pangkalpinang Berkelanjutan dan Berdaya Saing

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Pj Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama membuka Seminar Nasional Mandala Ekonomi Biru dan Quality Tourism untuk Pangkalpinang yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing pada Selasa (5/11/2024).

Seminar yang digelar di Swiss Bell Hotel ini menghadirkan tujuh narasumber diantaranya Pj Wako Pangkalpinang, Budi Utama, BPBl Batam Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agung Darmono, Adyatama Kemenparekraf, Fatma Indah Murdiyati, Kepala Bappeda Babel, Fery Insani, Kepala Bappeda Pangkalpinang, Yan Rizana, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBB Dr Devi Valeriani dan Dosen FEB UBB, Dr Darus Altin.

Pj Wako menyebut Pangkalpinang sebagai kota pariwisata serta perdagangan barang dan jasa tetap fokus pada barang jasa, perdagangan, infrastruktur, SDM, fisik, dan industri perumahan.

Baca Juga  Bawaslu Babel Bersama Himapol UBB Bahas Perkembangan Pengawasan Tahapan Pemilu 2024

“Jadi kami tidak keluar dari situ, jadi blueprint kita ke arah barang jasa tapi kami ada wacana yang minoritasnya, pertanian, perkebunan dan kelautan tidak bisa kami tinggalkan karena posisinya kami berada di pinggir pantai,” kata Budi.

Budi mengajak Bapperida dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Pangkalpinang membuat roadmap terkait pertanian. Terutama terkait masalah pupuk.

“Kemarin kita sudah memberikan bantuan-bantuan kelautan, perikanan. Untuk yang pertanian insya Allah kami akan menyiapkan anggaran berkenaan dengan pupuk. Banyak yang harus kita dalami, ternyata pupuk itu berdasarkan kuota,” katanya.

Masalah persampahan di Pangkalpinang juga menjadi sorotan Budi. Rencananya Pemkot akan segera belajar ke wilayah Banyumas untuk pengolahan sampai yang baik karena dalam penanganan sampah daerah tersebut sudah masuk level ASEAN.

Baca Juga  Muaythai Babel Janjikan Prestasi Usai 4 Tahun Vakum Kepengurusan

“Karena waktu saya singkat kalau mau ayo kita komit, kita buat legasinya. Saya tidak mau nambah lahan tapi tidak ada pengolahan. Setelah ini kami akan ke banyumas untuk pengolahan sampah karena mereka sudah kerja sama dengan kelompok pemberdayaan masyarakat,” terang Budi.