Penulis: Meilanto

Nah sobat budaya yang suka travelling, kali ini kita akan mengulik tentang danau yang berada di Bukit Pading. Kalo’ Semeru punya Ranu Kumbolo, maka Pading punya Linau.
Bukit Pading salah satu objek wisata yang terletak di Kecamatan Lubukbesar, tepat di Desa Perlang. Akses jalan sudah sangat memadai.

Dari Perlang sobat budaya bisa terus menuju Dusun Sadap. Jangan khawatir salah jalan, karena sudah ada plang penunjuk jalan. Sebelum sampai di Dusun Sadap, sobat akan bertemu dengan Danau Pading yang keren banget dengan latar pemandangan Bukit Pading.

Tiba di Sadap, pengunjung bisa langsung menuju ke Air Terjun Sadap. Nah jika mau ke Danau di Bukit Pading, maka pengunjung bisa minta warga setempat mengantarkan ke lokasi.
Bagaimana Danau tersebut dalam Peta Belanda?

Baca Juga  Wartawan di Bateng Terima Perlakuan Kurang Pantas Petugas KPPS, Tamimi: Boleh Liputan asal di Luar TPS
Peta Belanda Tahun 1898

Sebelum mengulik hal itu, yuk kita cari tau tentang legenda danau tersebut!
Menurut cerita rakyat yang penulis baca, dulu penduduk setempat kesulitan mendapatkan air. Kampung itu dipimpin oleh Pak Bunai yang mempunyai seorang gadis cantik yang bernama Dayang Suri. Selain cantik, Dayang Suri juga ramah serta santun terhadap siapapun. Suatu ketika Dayang Suri bermimpi didatangi oleh seekor Naga Santan yang tinggal di mulut goa Bukit Pading. Naga Santan hendak melamar Dayang Suri pada malam bulan purnama.

Keesokan harinya Dayang Suri menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Pak Bunai sangat terkejut karena ia tahu, Naga Santan sangat sakti. Ia adalah seekor naga sakti yang bisa menjelma menjadi manusia.

Baca Juga  Algafry Pastikan Honorer di Luar Database Tidak Di-PHK

Pak Bunai mencari cara untuk menggagalkan rencana itu. Tepat pada malam bulan purnama, ternyata Naga Santan benar-benar datang dan mengutarakan niatnya untuk mempersunting Dayang Suri.