Memilih Jurusan Kuliah: Antara Kesukaan dan Prospek Masa Depan
Oleh: Rahmatiah, S.K.M., M.Kes.
Survei Indonesia Career Center Network menyebut bahwa 87 persen mahasiswa Indonesia salah jurusan. Di sisi lain, data dari Educational Psychologist Integrity Development Flexibility juga mengungkapkan bahwa ternyata lebih dari 90 persen siswa SMA sederajat bingung memilih karier di masa depan.
Rendahnya partisipasi masyarakat mengejar pendidikan tinggi juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mereka untuk memilih profesi dan jurusan yang sesuai. Bapak Nadiem Makarim saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan 80 persen mahasiswa bekerja tidak linier dengan jurusannya saat kuliah.
Salah jurusan seringkali dirasakan saat sudah memulai masa kuliah. Baik itu di masa awal menjadi mahasiswa baru atau bahkan di tengah tengah proses perkuliahan. Meski tidak selalu, Nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang menurun atau kecil bias menjadi salah satu indicator salah jurusan.
Beda halnya dengan mahasiswa yang merasa sesuai dengan jurusan kuliah yang dipilih. Masa masa perkuliahan terasa ringan, menyenangkan, dan menambah wawasan. Tak hanya itu, para “mahasiswa beruntung” ini biasanya akan dengan senang hati mempelajari hal-hal yang mendukung proses belajar di kelas. Misalnya ikut program magang, penelitian, atau bergabung dengan organisasi.
Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menentukan atau memutuskan pilihan jurusan kuliah, yakni fokuslah pada dua ha yaitu kesukaan dan prospek masa depan. Selami lebih dalam apa yang kita sukai, suatu hal yang saat kita menekuninya membuat waktu terasa cepat berlalu. Dalam prospektif psikologi, hal ini disebut Flow. Jika kita mengambil jurusan kuliah sesuai kesukaan kita, maka masa masa belajar selama di kampus pun merasa menyenangkan.
Jika kita sering menjadi tempat curhat teman dan merasa senang bisa mendengarkan mereka, jurusan psikologi bisa dipertimbangkan. Bila kita suka mengikuti isu-isu politik, mendengarkan diskusi tentang politik dan diplomasi, jurusan-jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bisa jadi pilihan. Atau bila galeri ponsel kita penuh dengan beragam jenis jepretan kamera, kita bisa memperdalam dengan kuliah di jurussan Ilmu Komunikasi atau Fotografi.
