Faturrachman, Dokter Muda yang Hobi Membaca dan Menulis

Oleh: Rusmin Sopian

Matahari mulai menaiki kaki langit. Kopi di gelas masih meninggi. Baru sekali seruput. Rokok pun baru dibakar. Awan Kamis (27/2/2025) pagi itu sangat cerah. Membiru.

Suara knalpot motor dan mobil saling bersahutan dijalanan utama Kota Toboali. Dari arah belakang seorang muncul. “Baru pulang tugas di RSUD,” ungkapnya.

Sebelum mengabdikan diri di RSUD Junjung Behaoh, Faturrachman mengabdikan diri di Sungailiat.

“Sekitar setahun di RSUD Junjung Behaoh,” ceritanya.

Perbincangan kami pun mengalir. Bukan soal dunia kesehatan. Bukan pula soal bahaya merokok.

Kami bercerita tentang dunia literasi. Tentang dunia membaca, tentang buku.

Baca Juga  Rudyanto, Pendidik yang Lahirkan 100 Artikel di Media Massa dalam Setahun