Oleh: Mardiah, S.Pd.AUD. 

Puasa adalah perjalanan pulang menuju fitrah. Dalam lapar kita belajar kesabaran, dalam dahaga kita belajar keikhlasan.

Ketika berpuasa, jiwa yang lelah diselaraskan kembali menemukan jalan yang terang.

Saat tubuh puasa biarkan hati berpuasa dari kebencian dan pikiran dari prasangka sebab sejatinya puasa bukan sekadar menahan lapar tetapi membebaskan dan membawa diri pada keseimbangan yang hakiki.

Puasa Ramadan bukan penghalang untuk bekerja. Justru dengan niat yang tulus dan rencana yang baik, ibadah puasa menjadi pendorong semangat kerja.

Dalam Al-Qua’n, Allah SWT mengingatkan manusia bahwa bekerja utuk memenuhi nafkah keluarga termasuk kewajiban. Pada surah Attaubah  ayat 105, Allah mengingatkan pentingnya bekerja serta larangan untuk bermalas-malasan, ayatnya tersebut berbunyi yang artinya:

Baca Juga  Sikat Gigi saat Berpuasa Batal atau Tidak?, Ini Jawabannya

“Dan katakanlah,” bekerjalah kamu maka Allah dan Rasullnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan mu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Pada sisi lain, dijelaskan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim bahwa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun dengan pekerjaan kasar, lebih mulia dari pada meminta-minta kepada oaring lain.