Oleh: Mohammad Nur Alam Syah, S.Ag

Sebagai pedoman hidup, Al-qur’an adalah salah satu hal istimewa yang Allah SWT mukjizatkan kepada Nabi Muhammad Saw yang kemudian disampaikan kepada umatnya sebagai petunjuk kehidupan.

Kitab yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ketika beliau berumur 40 tahun melalui Malaikat Jibril pertama kali di Goa Hiro bertepatan dengan bulan agung yakni bulan Ramadan yang sekarang sering kita peringati setiap 17 Ramadhan dengan “Peringatan Malam Nuzulul Qur’an”.

Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur dengan peristiwa, perintah, dan petunjuk yang bermacam-macam, sebagaiman dijelaskan pada Q.S. Al-Isra ayat 106:

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

Al-Qur’an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap.

Yang kemudian Rasul diperintahkan membaca kembali firman-firman yang telah diturunkan sesuai dengan bimbingan Jibril dengan urutan baru yang susunannya Allah berikan petunjuk-Nya kepada malaikat dengan sebutan susunan “Taufiqi” yang tersusun sebanyak 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas, yang kemudian dimushafkan sesuai dengan susunan baru (“Taufiqi”).

Begitu banyak manfaat Al-Qur’an bagi kehidupan, seperti dapat menenangkan hati ketika membacanya, memperkuat iman, dapat menjadi syafaat kelak pada hari kiamat, sebagaimana dijelaskan dari Abu Umamah Al Bahili, bahwa beliau telah mendengarkan Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga  Menjadi Muslim yang Bermanfaat (2)

“Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya ( yakni orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.