Perjuangan Palestina
Karya: Norrylza Orva Falita
Pikiranku selalu terbayang dengan darah yang menggenang.
Mereka tak ada listrik, air, makanan apalagi buah-buahan.
Banyak dari mereka yang kehilangan keluarganya.
Anak-anak yang tak tahu kondisi ayah dan ibunya.
Nyawa mereka terbang karna berjuang.
Banyak daging yang berserakan, tanpa disadarkan
itulah saudara mereka yang menghilang.
Ribuan anak-anak kecil digaza, belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma.
Tembok Pencakar langit di sepanjang jalur Palestina.
Pesawat pembunuh mengancam ganas, ledakan meriam memekakkan serta menguasai seluruhnya.
Halilintar tak bergaris tetapi menghantam perut-perutnya.
Halaman
