Oleh: Rudiyanto, S.Pd., Gr — Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disinyalir akan menyasar anak-anak sekolah, balita, ibu-ibu hamil, ibu menyusui hingga saat ini, menurut hemat penulis, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum terlaksana secara sistematis.

Berbagai masalah terkait dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara lain seperti belum meratanya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberbagai daerah, regulasi yang belum terperinci hingga masalah-masalah teknis lainnya. Hal ini hendaknya dapat disikapi dan dilakukan evaluasi secara mendalam oleh stakeholder terkait.

Beberapa dinamika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhasil penulis identifikasi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Juknis implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kurang sistematis
Baca Juga  Menanamkan Nalar Kritis Peserta Didik: Refleksi Dari Pembelajaran Teks Anekdot

Petunjuk dan teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkesan kurang sistematis. Hal ini dapat terlihat dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih meninggalkan dinamika serius seperti penyuplai makanan yang gulung tikar hingga tidak terbayarkan dan lain sebagainya.

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya dapat ditata lebih sistematis misalnya dari sisi bagaimana Juknis penyuplai makanannya, keamanannya, kecukupan gizi dan kebersihan makanannya dan lain sebagainya.

  • Pengawasan terkait keamanan makanan yang masih lemah

Ada beberapa dinamika yang kemudian muncul setelah adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satunya adalah keracunan makanan hingga membuat peserta didik berbagai daerah mengalami sakit. Hal ini disinyalir akibat dari lemahnya pengawasan keamanan makanan dan kecukupan nilai gizi.

Baca Juga  Hadir di Mentok, Ini Kata Mendikdasmen soal Program Makanan Bergizi Gratis

Oleh karena itu, dinamika dan masalah ini harus segera diatasi oleh stakeholder terkait agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Solusinya adalah dengan memperketat pengawasan terkait dengan keamanan makanan, kecukupan nilai gizi dan lain sebagainya

  • Minimnya anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberbagai daerah

Salah satu alasan yang kemudian muncul di berbagai daerah yang hingga saat ini belum mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak adanya anggaran di daerah tersebut.

Hal ini tentu akan menimbulkan masalah ketidakmerataan di berbagai daerah terkait dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.

Stakeholder terkait hendaknya segera mengkaji terkait pos anggaran yang yang akan digunakan untuk implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mempertimbangkan berbagai hal secara matang

  • Belum meratanya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah
Baca Juga  Mahasiswa Hukum UBB Sosialisasi Praktik Etika dan Moralitas di SLBN Pangkalpinang

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan beberapa bulan belakangan, menimbulkan berbagai spekulasi ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah terkait sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum merata.