Lingkungan Terancam! Pangkalpinang dan Krisis Sampah Plastik yang Makin Parah
Oleh: Dr. Fitri Ramdhani Harahap — Sosiolog Universitas Bangka Belitung
Pada tanggal 5 Juni 2025, diperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema “Ending Plastic Pollution,” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan.
Di Kota Pangkalpinang, peringatan ini sangat relevan mengingat masalah polusi plastik yang semakin mengkhawatirkan. Dengan jumlah penduduk yang terus berkembang, mencapai lebih dari 250.000 jiwa, pertumbuhan populasi yang pesat berperan besar dalam meningkatnya volume sampah, terutama sampah plastik.
Kota ini, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,02%, mengalami tantangan besar dalam pengelolaan sampah seiring dengan aktivitas ekonomi yang berkembang, seperti perdagangan dan industri.
Sampah plastik, yang menjadi salah satu komponen dominan dalam tumpukan sampah harian, memperburuk kondisi TPA Parit Enam, yang kapasitasnya sudah melampaui batas dan tidak mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.
