Ketika Para Pelajar Junjung Behaoh Bercerita tentang Lingkungan, Keberagaman, dan Kearifan Lokal
Ketika Para Pelajar Junjung Behaoh Bercerita tentang Lingkungan, Keberagaman dan Kearifan Lokal
Oleh: Iyek Aghnia — Penulis yang Tinggal di Toboali, Bangka Selatan
Ini adalah untuk kali kedua, penulis dipercaya sebagai juri cerita pendek (cerpen) dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dulunya FLS2N tingkat tingkat SMA dan SMK se Kabupaten Bangka Selatan bersama cerpenis Junjung Besaoh.
Kali ini, dalam lomba menulis cerpen FLS3N tahun 2025, juri cerpen menghadirkan cerpenis muda Bangka Selatan, Khoiriah Apriza yang telah melahirkan dua buku kumpulan cerpen. Dan tentunya Datuk Kulul yang sudah terkenal dengan karyanya.
Dua belas cerpen yang diberikan panitia kepada kami, para juri kali ini sungguh menarik, terutama tentang tema yang ditulis para pelajar SMA dan SMK negeri Junjung Behaoh ini dalam tuturan cerita pendek yang mereka kirimkan kepada panitia pelaksana FLS2N tingkat Kabupaten Bangka Selatan.
Tema lingkungan, kearifan lokal dan keberagaman menjadi ruang bercerita dari para pelajar Bangka Selatan yang menuntut pengetahuan dari Pongok hingga Sebagin.
Hadirnya tema lingkungan, kearifan lokal dan keberagaman dalam narasi yang dituliskan para pelajar dalam bentuk cerita pendek sungguh membanggakan.
Cerpen tentang lingkungan cukup menarik untuk ditulis. Topik tersebut erat dengan kehidupan orang banyak dan mampu berdampak baik.
