Karya: Laudia Syahrah

Di hening pagi yang belum sempat diriku terjemah
Ada seseorang bersuara lewat desir angin
Pada langkah yang kian resah
Dirinya bertanya, “Masihkah dirimu ingin?”

Dirinya bertanya apakah masih diriku berdialog?
Dirinya berbisik lewat retak berbatuan,
Akankah dirimu melihatku sebagai teman?
Atau sekadar Bumi yang berperan sebagai prolog

Baca Juga  Bunga Abadi