Oleh: Yan Megawandi

Telah berabad matahari menyinari tanah ini
di perut bumi Bangka
di perut bumi Belitung
timah disembunyikan dalam sunyi
Lalu tangan-tangan menggali
Dulu perlahan dengan cangkul dan dulang
Kemudian dengan serakah tangan besi raksasa
dan mesin mesin perkasa
bergerak laksana marabunta
menariknya keluar dengan upacara serakah
dan doa yang hanya ditujukan pada keuntungan.

Dulu kita bersenandung di pantai
di antara cemara, bakau dan pasir putih yang suci
Kini ombak memantul di danau berwarna bekas tambang
Indah tapi tak berguna
ikan pun enggan singgah,
terumbu karang meratap di bawah
timbunan tailing menghampar dimana-mana

Hutan-hutan dilucuti seperti tubuh
yang diperkosa berkali-kali
hingga tinggal tulang dan kesepian
Air jernih menjadi kelabu
dan angin kini membawa bau getir dan di titik nadir

Baca Juga  Diduga Cemari Lingkungan, Polisi Minta Penambang di DAS Sungaidaeng Kosongkan Lokasi