Oleh: Yudha Adinata

Senja lelah
Mentari mengintip di ujung waktu
Seraya terus membagi sinarnya yang tersisa
Tak peduli awan hitam menghalangi

Yang lewat sesekali menepi
Melemaskan urat syaraf yang tegang dari pagi
Menarik napas lamat-lamat
dan menghembuskannya
Tak kalah lambat

Baca Juga  Peraduan Per-Empu-an