Penguatan Kompetensi Mengajar melalui Praktik Mengajar di SD M Condongcatur Sleman 

Oleh: Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd

YOGYAKARTA, TIMELINES.ID — Peningkatan kualitas pendidikan dasar tidak dapat dilepaskan dari kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Salah satu upaya strategis dalam memperkuat kompetensi tersebut adalah melalui praktik mengajar secara langsung di sekolah dasar. SD Muhammadiyah Condongcatur, Sleman, Yogyakarta menjadi contoh nyata bagaimana praktik mengajar dapat berperan penting dalam membentuk profesionalisme guru.

Praktik mengajar bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wahana pembelajaran autentik yang mempertemukan teori pedagogik dengan realitas kelas. Melalui praktik mengajar, guru maupun calon guru belajar merancang perangkat pembelajaran, mengelola kelas, menerapkan strategi pembelajaran aktif, serta melakukan evaluasi hasil belajar secara kontekstual.

Baca Juga  Putusan Pengadilan Negeri Jakpus Vonis KPU Hentikan Tahapan Pemilu, Dinilai Lampaui UU

Pengalaman ini menjadi bekal utama dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan mengajar yang berkelanjutan. Pola kolaboratif ini mendorong terjadinya proses refleksi yang konstruktif, di mana praktikan tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan evaluasi diri terhadap metode, media, dan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Guru pamong berperan sebagai fasilitator sekaligus mentor yang memberikan umpan balik berbasis pengalaman lapangan.