BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Berbagai macam kreativitas ibu rumah tangga dalam mencukupi ekonomi keluarga di zaman serba digital.

Terlebih lagi usaha kuliner di momen hari besar agama khususnya Lebaran Idul Fitri, menjadi incaran pelaku UMKM khususnya kalangan Ibu rumah tangga dengan memanfaatkan sosial media.

Seperti hal yang digeluti Irni Rosmiati Safitri (33) warga Komplek BTN, Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali. Ibu dua anak ini sejak 4 tahun terakhir menggeluti usaha kue lebaran berupa kurma coklat dan aneka kue basah.

Legitnya usaha ini membuat permintaan pasar selalu rutin ketika masuk menjelang hari lebaran. Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah kali ini Irni hanya memproduksi 20 kilogram kurma coklat dan 50 loyang aneka kue basah.

Baca Juga  KPU Kota Pangkalpinang Eliminasi Ratusan Pelamar PPK

Di saat kenaikan harga bahan kue, wanita bermata sipit ini tak pantang menyerah terus mengebulkan dapurnya dengan produksi kelas rumahan. Dibantu 4 orang tenaga kerja, Irni siap bersaing menjajakan produknya di  tengah masyarakat.

“Tahun ini masih terus produksi membuat aneka kue basah dan kurma coklat yang menjadi ciri khas rumah produksi Aipah Berkah. Walaupun banyak terjadi kenaikan bahan baku. Namun permintaan selalu ada dan ada kenaikan harga,” ujar wanita Asli Desa Cupat, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat ini kepada timelines.id.