Firmansyah Gelar Reses di Kurau Barat, Begini Aspirasi Nelayan
Firmansyah Gelar Reses di Kurau Barat, Begini Aspirasi Nelayan
BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Sebanyak 60 nelayan di Kurau Barat meminta bantuan alat komunikasi serta kemudahan kebijakan pengurusan pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN) Kurau Barat.
Perwakilan nelayan, San (45), menyampaikan kebutuhan alat komunikasi bagi kelompok nelayan agar dapat saling berkoordinasi saat berada di laut, terutama ketika menghadapi cuaca buruk maupun saat menemukan lokasi tangkapan ikan.
“Kami nelayan ini kalau melaut pasti berpencar jalannya. Tapi kalau ada yang menemukan spot bagus, baik ikan, udang, atau cumi, biasanya saling berbagi. Masalahnya, kalau ada badai, kadang teman tidak tahu karena kami yang lebih dulu melaut tidak bisa memberi kabar. Makanya kami perlu alat komunikasi seperti walkie talkie,” ungkapnya, Senin (19/1/2026).
Ayah tiga anak itu menambahkan, keberadaan alat komunikasi juga sangat penting untuk menyampaikan informasi kondisi cuaca kepada nelayan lain maupun pihak di dermaga agar tidak memaksakan diri melaut.
“Biasanya nelayan saling tunggu. Ada yang sudah melaut, yang lain menyusul. Tapi di tengah laut, ketemu teman sudah balik karena cuaca buruk. Kalau ada walkie talkie, bisa langsung dikasih tahu. Apalagi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut,” ujarnya.
Selain persoalan alat komunikasi, nelayan juga mengeluhkan kebijakan pengurusan barcode pengambilan BBM solar subsidi. Angga (49), salah satu nelayan Kurau Barat, meminta agar masa aktif barcode pengambilan solar subsidi di SPBBN Kurau Barat dapat diperpanjang.
