Oleh: Hendrawan, S.T., M.M. — Alumni Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertiba-Pangkalpinang

Secara medis, kita semua tahu bahwa demam adalah alarm alami tubuh. Saat suhu tubuh melonjak melewati 38°C, itu adalah tanda bahwa sistem imun kita sedang berperang melawan infeksi. Demam bukanlah penyakitnya, melainkan gejala bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam sistem.

Demam merupakan keadaan suhu tubuh di atas suhu normal, yaitu suhu tubuh di atas 38o Celsius (Ismoedijanto, 2016). Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal (>37,5°C) (Hartini, 2015). Demikian beberapa definisi demam menurut para ahli.

Baca Juga  Pentingnya Harmonisasi Berbasis Kearifan Sosial-Budaya

Namun, tahukah Anda bahwa organisasi, baik itu perusahaan, komunitas, maupun instansi pemerintah, juga bisa mengalami “demam”?

Organisasi sebagai Makhluk Hidup

Kemudian bagaimana pendapat para ahli tentang organisasi? Menurut Robbins (dalam Budihardjo, 2014:17), mengemukakan bahwa organisasi sebagai kumpulan entitas sosial yang secara sadar terkoordinasi dalam batasan-batasan yang relatif jelas serta bersama-sama dalam batas waktu tertentu dan terus menerus untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Scott (dalam Budihardjo, 2014:18), organisasi dipandang sebagai kumpulan manusia yang memiliki kepentingan bersama demi kelangsungan hidup organisasi sebab itu mereka melibatkan diri pada kegiatan-kegiatan bersama dalam organisasi dan membentuk suatu struktur informal.

Para ahli seperti Robbins dan Scott menggambarkan organisasi bukan sekadar gedung atau tumpukan dokumen, melainkan sebuah entitas sosial atau kumpulan manusia yang saling terhubung. Karena terdiri dari manusia, organisasi memiliki “nyawa” dan sistem metabolisme sendiri.

Baca Juga  Musim Telah Berganti