Menyibak Kegelapan (Bagian 3): Ibadah yang benar

Oleh: Nurrahmawati Ningrum, S.P., Gr. — Kepala SDIT Alam CAHAYA, Toboali

Tauhid yang kokoh harus terwujud dalam ibadah yang benar. Sebab cahaya keyakinan tidak cukup hanya dipercayai, ia harus dipraktikkan dalam amal yang lurus. Ibadah bukan sekadar rutinitas gerak dan lafaz, tetapi bentuk ketundukan total kepada Allah SWT yang sesuai dengan tuntunan wahyu.

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dalam Surat Al-Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”

Ayat ini menjadi fondasi bahwa ibadah yang benar memiliki dua pilar. Ikhlas karena Allah SWT dan sesuai dengan tuntunan-Nya.

Baca Juga  Petualangan Menyenangkan Siswa SDIT Alam Cahaya Toboali di Air Terjun C2

Penegasan makna totalitas ibadah juga ditegaskan dalam Surat Al-An’am ayat 162 “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Ayat ini bukan sekadar bacaan, melainkan deklarasi identitas seorang mukmin. Ibadah tidak berhenti di masjid; ia menjelma dalam cara berpikir, bekerja, mendidik anak, hingga bersikap di tengah masyarakat.