Oleh: Eqi Fitri Marehan, S.I.Kom
Guru MTsS Plus Bahrul Ulum Sungailiat, Bangka

PENDEKATAN 260 tahun usia sebuah kota bukanlah waktu yang singkat. Bagi Sungailiat, angka ini bukan sekadar perhitungan tahun, melainkan catatan panjang perjalanan sejarah, ketahanan budaya, dan dinamika sosial ekonomi masyarakatnya. Di usia yang ke-260 ini, refleksi mendalam menjadi penting: bagaimana kita menjaga akar tradisi, sekaligus melangkah tegas menuju modernitas?

Sungailiat dikenal bukan hanya karena pesona pantainya yang memikat, tetapi juga karena akulturasi budaya yang begitu kental. Warisan leluhur, kearifan lokal, dan keragaman masyarakat menjadi modal sosial yang tak ternilai harganya. Di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman, identitas khas Sungailiat harus tetap menjadi jati diri yang dibanggakan. Pembangunan fisik dan infrastruktur memang penting, namun tidak boleh mematikan nuansa historis dan kearifan lokal yang telah terbentuk selama berabad-abad.

Baca Juga  Bulan Bakti HUT ke-49 di Kabupaten Bangka, PT Timah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Namun, merayakan ulang tahun tidak cukup hanya dengan seremonial. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk evaluasi dan perencanaan masa depan. Sungailiat hari ini dituntut untuk bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya nyaman ditinggali, tetapi juga berdaya saing. Potensi pariwisata, perikanan, hingga UMKM harus digenjot dengan pendekatan yang lebih profesional dan berkelanjutan.