Oleh: Yudha Adinata

Memandang di kejauhan
Nyiur melambai-lambai diterpa angin yang meradang
Ombak meninggi turut tak senang
Masih tak nampak keindahan laut
Tertutup kabut yang mengabut
Serupa anak alai yang bilang gabut

Ombak masih menampar-nampar pantai
Setia menemani gerimis yang masih belum usai
Entah apa yang membuat langit menangis tak henti
Atau memang ada yang menyakiti?

Nampak satu dua sampan terombang-ambing
Tak peduli suara-suara sumbing
Bertaruh nyawa demi urusan perut-perut yang kian langsing
Menggadai istirahat demi panggilan demi tanggung jawab yang lebih penting

Baca Juga  Rindu Darussalam