11 Tahun Jaga Denyut Budaya, Sanggar Pinang Gading Beltim Gelar Begawai Seni Tradisi Nusantara

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Rintik hujan yang mengguyur kawasan Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Jumat (16/5/26) malam, tak mampu memadamkan semangat para penari, pelaku seni, hingga masyarakat yang memadati arena Opening Ceremony Pementasan Karya Seni Pertunjukan Pinang Gading Begawai Tahun 2026.

Di tengah langit malam yang sesekali masih menurunkan gerimis, irama musik tradisional tetap bergema. Satu per satu penari dengan balutan busana khas Belitong terus tampil penuh percaya diri di atas panggung terbuka. Sorak tepuk tangan penonton pun terus mengalir, menghangatkan suasana Pantai Lalang.

Baca Juga  Dana Hibah hanya Rp1,1 Miliar, KONI Beltim Susun Ulang Rencana Program

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Asa dalam Seni Tradisi Nusantara” ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar. Hadir pula Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ni K. Wardani Pradnya Dewi, Forkopimda, Anggota DPRD Beltim Kamri, pimpinan OPD di Pemkab Beltim serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Pinang Gading Manggar, Akhiruddin mengatakan kegiatan ini menjadi bukti konsistensi Sanggar Pinang Gading dalam menjaga denyut seni budaya di Kabupaten Beltim.

“Sejak berdiri tahun 2015 hingga sekarang 2026, kami bersyukur Sanggar Pinang Gading masih bisa melaksanakan pekan karya untuk melestarikan kebudayaan kita tercinta. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkarya,” ungkap Akhiruddin.

Baca Juga  Bantuan Dana Hibah KONI Beltim Tahun 2023 Sebesar Rp 4.1 Miliar

Ketua Komisi III DPRD Beltim ini menyampaikan, kegiatan Pinang Gading Begawai tahun ini menjadi wadah bagi anak-anak sanggar untuk menampilkan hasil latihan dan kreativitas mereka dalam seni pertunjukan tradisional.
Saat ini, anggota Sanggar Pinang Gading berjumlah sekitar 130 orang, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga umum. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama sanggar untuk terus bertahan dan berkembang.

“Semangat melestarikan budaya inilah yang membuat anggota sanggar tetap kompak setiap tahunnya,” kata pria yang akrab dipanggil Didin ini.

Tak hanya menjadi ruang berkesenian, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 15 hingga 17 Mei 2026 ini juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sebanyak 37 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Berbagai penampilan turut memeriahkan acara, mulai dari 16 grup tari nusantara, orkestra Pinang Gading, Tari Campak kolosal hingga penampilan hadrah Desa Lalang.

Baca Juga  Tingkatkan Tata Kelola Desa Wisata, 40 Pelaku Ekraf di Belitung Timur Ikut Pelatihan