Menyusuri Sungai Mangrove Desa Kepoh, Wilayah Timur Toboali yang Kaya Potensi Bahari
Begitu juga dengan penebangan pohon lainnya secara besar-besaran. Keberadaan pohon mangrove memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat.
Sedikitnya terdapat lima fungsi hutan mangrove yaitu mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai, pencegah dan penyaring alami, tempat hidup dan sumber makanan, serta mampu menstabilkan kawasan pesisir.
Tak terasa dua kilometer perjalanan sudah ditempuh. Pepohonan mangrove kian rimbun. Kamipun beberapa kali berlintasan dengan perahu nelayan yang baru akan melaut dan sebaliknya pulang ke darat.
Ada bermacam nelayan di Desa Kepoh, ada nelayan pukat udang, nelayan pancing serta nelayan jaring ikan.
Tak jauh dari muara Sungai Kepoh sekitar 2-3 mil laut tempat nelayan menjaring udang. Udang berkualitas super ini dijual seharga Rp 80 ribu perkilogramnya.
Dalam satu kali melaut nelayan Kepoh bisa mendapatkan 4-5 kilogram udang super berukuran hampir sepajang telapak tangan orang dewasa ini.
Hutan ini juga berpotensi sebagai wilayah tambang, masih ada beberapa tambang rakyat yang nekad menambang di dalam kawasan hutan.
Tak jarang limbah air mengalir hingga masuk ke sungai kepoh dan membuat air sungai menjadi kotor dan butek.
Kawasan muara sungai merupakan surga bagi para pemancing ikan kakap putih. Para angler biasanya ber-casting-ria untuk menangkap kakap putih yang terkenal dengan tarikan ganasnya.
Pada musim Barat Laut pun kawasan hutan mangrove ini menjadi tempat bermain para lebah madu manis. Pada masa ini menjadi pemasukan bagi masyarakat Desa Kepoh yang memanen madu dengan rata-rata perhari mendapatkan 5 – 20 liter madu asli.
Dalam waktu 4 bulan ditotalnya madu yang berhasil dipanen mencapai 500 liter bahkan lebih. Satu liter madu dijual seharga Rp 80 ribu.
Hampir satu jam perjalanan kami tempuh menyusuri sungai mangrove Desa Kepoh. Begitu tiba di muara, terdapat perahu nelayan yang sedang asyik casting kakap putih.
Beruntung nelayan ini berhasil mendapatkan dua ekor kakap putih ukurang 1-2 kilogram. Harian ini, dua media lokal serta Tim Humas dan Protokol Setda Basel tak menyia-nyiakan waktu.
Kami langsung beraksi ria. Ada yang casting maupun mancing dasaran. Namun keberuntungan hari itu bukan milik kami, satu jam memancing, hanya tarikan-tarikan kecil saja yang menghinggapi pancing kami.
Tim humas berhasil mendapatkan ikan bedukang dan itupun ukuran kecil. Air yang surut dan tidak jernih kemungkinan membuat kawanan ikan enggan bermain di lokasi tersebut. Usai memancing kami kembali berteduh di ujung sungai menuju muara.
Kades Kepoh Udayasa mengungkapkan di lokasi inilah dirinya bermimpi untuk dibangun semacam saung-saung kecil untuk wisatawan menikmati indahnya rimbunan pohon mangrove.
Selain menyusuri sungai dengan pemandangan hutan yang alami, para wisatawan juga dapat menikmati kuliner laut dari Kepoh, mulai dari ikan, udang serta kepiting laut dan bakau.
Ia juga bercita-cita akan membuat transportasi khusus bagi wisatawan yang akan dikelola Bumdes.
“Saya berangan-angan di lokasi ini akan kita bangun semacam saung-saung baik ukuran besar ataupun kecil, wisatawan setelah menyusuri sungai, istirahat dan singgah di sini, menikmati kuliner Desa Kepoh,” ujarnya.
Wisatawan yang singgah di saung juga bisa melanjutkan perjalannya dengan memancing di laut ataupun di muara dengan fishing ground yang telah kita sediakan.
“Desa Kepoh ini letaknya di ujung, tidak akan ada yang mengunjungi jika tidak dikemas, potensi wisata sungai mangrove ini saya pikir sangat layak dikembangkan, dan ini nantinya bertahap kita sosialisasikan kepada masyarakat, karena banyak pemasukan yang akan kita dapatkan dengan banyaknya wisatawan berkunjung ke sini, saat ini pun setiap minggu para pemancing dari Pangkalpinang pasti ke Sungai Kepoh memancing toman, banyak yang akan diberdayakan jika mimpi ini terwujud” imbuhnya.
Udayasa berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dapat menindaklanjuti potensi ini untuk menjadikannya sebagai salah satu kawasan wisata mangrove di Bangka Salatan.
“Harapan kita, Pemkab Basel, begitu juga dengan pemerintah provinsi Bangka Belitung dapat turun ke sini, melihat langsung potensi-potensi bahari dan sungai kepoh ini, Sungai Kepoh dengan potensi hutan mangrove serta perikananya ini, saya pikir dapat menjadi satu kawasan wisata terbaik di Bangka Selatan dan Bangka Belitung” pungkasnya. (dedy irawan)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.