“Kita harus bersama-sama satu tujuan agar pertambangan ini dapat membawa berkah dan tidak menimbulkan bencana di kemudian hari,” ujarnya.
Dalam Forum tersebut, juga dihadiri Asisten Deputi Penanganan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara Kemenko Polhukam RI, yakni Brigjen Pol Asep Jaenal.
Pada kesempatan ini, Brigjen Pol Asep Jaenal mengatakan pihaknya akan memfokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan pertambangan ilegal, yang berdampak pada kerugian negara dan terjadinya kerusakan lingkungan.


“Salah satu target kinerja kami adalah dalam rangka menjaga stabilitas keamanan nasional sesuai dengan tugas pokok kami, yaitu penanganan kejahatan konvensional dan kejahatan terhadap kekayaan negara. Dalam hal ini, tanggung jawab kami ada 4 empat, yakni illegal mining, illegal logging, illegal drilling dan illegal fishing,” ungkapnya.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem dan Gelombang Air Laut Tinggi, Bangun Jaya Ingatkan Nelayan Berhati-hati Melaut


Selain itu, ia menekankan bahwa dengan pemanfaatan hasil pertambangan yang baik dan sesuai dengan regulasi, dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat Kep. Babel, dan secara umum nasional.


Untuk itu, Kemenko Polhukam terus mendorong pemerintah daerah dan stakeholder lain untuk bisa melakukan proses pembinaan yang akan menuju ke arah kaidah-kaidah pertambangan yang baik.