“Tergantung partainya. Tergantung calegnya juga. Jadi Partai menentukan Caleg mewakili Kecamatan, tidak mungkin partai menumpukan caleg di satu kecamatan kan. Siapa yang terpilih tidak bisa diprediksi. Calegnya punya tanggung jawab. Misalnya Pak Marianto, dia asli Pemali. Tapi beliau juga yang memperjuangkan jalan Bakam Pemali. Jadi semua kembali ke figure-nya,” ucap Boy. 

Disinggung mengenai undangan KPU tentang rencana penetapan dapil Minggu (11/12/2022) kemarin, Boy sedikit mengkritik kinerja KPU secara teknis untuk lebih rapi dalam penyampaian mengingat pembahasan yang menjadi tema cukup strategis.

“PKS diundang. Hanya saja undangannya masuk dalam hari yang sama dengan kegiatan. Hal hal seperti ini jarang terjadi di KPU. Tapi kami sudah sampaikan secara persuasif harus diperbaiki lagi mengingat pembahasannya cukup strategis,” saran Boy.

Baca Juga  Belum Masa Kampanye, Bawaslu Bangka Minta Spanduk dan Baliho Peserta Pemilu Dicopot