Jalani Peran Ganda, Kisah Dua Direksi PT Timah Tbk Menjadi Seorang ibu Untuk Anak-anaknya
“Jadi ibu itu spesial. Betul seperti lagu Kasih Ibu, Memberi tak harap kembali. Karena Ibu memberikan cinta yang paling murni, betul-betul memberi tak harap kembali,” kata Fina.
Fina belajar banyak dari sosok Ibunya yang saat ini turut memengaruhi karakternya seperti ketegaran, ketulusan, dan kesabarannya.
“Ibu saya adalah wanita sederhana yang harus mengurus enam orang anaknya, tapi tidak pernah mengeluh dan tidak pernah berprsangka buruk kepada orang lain,” ucapnya.
Fina menyebutkan menjadi ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja sama hebatnya. Keduanya, memiliki tugas yang tidak mudah. Namun, ketika perempuan bisa menjadi ibu rumah tangga juga sebagai pekerja merupakan sebuat previllage.
“Ada ibu rumah tangga, ada ibu rumah tangga dan juga berkarir. Ada juga seorang wanita yang punya kesempatan tapi memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, menurut itu sangat mulia dan bukan pekerjaan yang mudah.
Namun ketika seorang wanita memilih menjadi wanita berkarya sekaligus ibu rumah tangga itu previllage, karena tidak semua perempuan mendapatkan kesempatan yang sama,” ucapnya.
Meski, kata Fina menjalani dua hal ini bersamaan memang tak mudah, apalagi saat ini anak-anaknya masih kecil-kecil. Manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting dilakukan agar pekerjaan dan anak-anaknya mendapatkan porsi yang sama.
“Kebetulan anak saya masih kecil-kecil dan sangat membutuhkan perhatian saya. Saya harus menajemen waktu dengan baik. Saya tau kapan prioritas saya untuk keluarga dan kapan prioritas saya untuk pekerjaan,” kata dia.
Fina menyebutkan, wanita pekerja membutuhkan support system dari pasangan dan keluarga. Sehingga peran mendidik dan merawat anak-anak tidak hanya dilimpahkan pada Ibu, tapi semuanya berperan untuk saling mendukung.
Fina membagi tips, bagi seorang Ibu dan juga pekerja untuk terus belajar tentang parenting. Karena dengan begitu, akan semakin mengetahui pola pengasuhan.
“Wanita bekerja jangan khawatir meskipun waktu terbatas untuk anak-anak.
Tapi ketika memiliki pola pengasuhan dan waktu semaksimal mungkin kita kualitas untuk anak, anak akan lebih dekat dengan kita. Kita tau kapan memprioritaskan pekerjaan dan kapan mempriorotaskan keluarga,” ucapnya.
“Menjadi wanita berkarir sekaligus ibu rumah tangga itu menurut saya tidak mudah. Kita perlu multi tasking, tetap harus fokus, menikmati ke dua peran tersebut. Dapat support dari pasangan dan yang terpenting jangan lupa memberi ruang untuk diri sendiri, kamu bukan hanya seorang ibu, bukan cuma seorang pekerja, tapi kamu juga dirimu sendiri,” pesannya.
Jangan Lupakan Me Time
Menjalani peran ganda memang tak mudah, terkadang perempuan yang berperan sebagai seorang Ibu dan juga pekerja juga harus bisa menjaga keseimbangan hidupnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk, Fina Eliani mengatakan jangan lupa untuk memberi ruang untuk diri sendiri dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu dan juga pekerja.
“Memberikan ruang bagi diri sendiri itu penting, karena perempuan bukan hanya ibu, istri maupun pekerja tapi juga dirinya sendiri,” ucap Fina.
Ia sendiri harus meluangkan waktu untuk dirinya sendiri agar tetap rileks, misalnya menjalankan hobi atau melakukan hal-hal yang disukai.
“Kalau saya cenderung melakukan hal-hal yang saya sukai, misalnya perawatan diri atau yang lainnya,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Direktur SDM PT Timah Tbk, Yennita menyebutkan setiap manusia memerlukan waktunya untuk menjadi diri sendiri.
“Me Time bisa juga kita bersosilaisai dengan rekan-rekan di luar kantor, menjaga supaya tetap balance kita harus berolahraga,” ucapnya.
Tak kalah pentingnya, perempuan harus terus menerus belajar, karena ilmu berkembang dengan cepat. Dengan belajar perempuan juga semakin berdaya dan memiliki banyak kesempatan.
“Kita harus terus menerus belajar karena itu adalah cara kita memantaskan diri. Selamat Hari Ibu 2022, menjadi Ibu Hebat yang penuh Cinta,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.