KEK Tanjung Kelayang Masuk Kategori Belum Optimal, Ini Kata Plt Disparbudkepora Babel
Lebih lanjut dikatakannya, dalam hal penyiapan infrastruktur, BUPP bertanggung jawab terhadap penataan didalam KEK, sementara pemerintah bertugas memenuhi infrastruktur diluar KEK tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penataan sektor pertanahan dengan luas area 324,4 Ha telah dilakukan pematangan seluas 28,5 Ha, kemudian infrastruktur jalan telah direalisasikan sejauh 6 km. Penyediaan listrik 2,1 MW, fasilitas air bersih 8 L/s, pembenahan drainase, dan telekomunikasi 100 Mbps.
Hingga saat ini, ia menerangkan bahwa telah ada 7 investor di kawasan tersebut, yaitu PT Setra Gita Nusantara (hotel), PT Banyu Sinergi Multikarya (infrastruktur), PT Amartha Koru Hotelindo (hotel), PT Ganesha Karya Utama (residential), PT Putera Samudera Jagaddhita (hotel), PT Karya Utama Belitung (UMKM Pariwisata), dan PT Jelang Suksesindo Sejati (UMKM Pariwisata).
Dalam rapat evaluasi tersebut, pihak BUPP ditargetkan oleh Dewan Nasional KEK untuk dapat meningkatkan investasi lebih banyak dari target yang ditetapkan, dan dapat menyusun rencana aksi tahun 2023 untuk percepatan pengembangan investasi di KEK Tanjung Kelayang.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.