Pemkot berupaya optimal pada tahun berjalan meski banyak keterbatasan untuk terus mengatasi genangan yang kerap terjadi di beberapa daerah rawan genangan. Termasuk salah satunya sekitar Jalan Batin Tikal, Ahmad Yani Dalam dan sekitar Bukit Nyatoh atau Linggarjati Hulu Kelurahan Kejaksaan yang kerap mengalami kendala penampungan dan resapan air pada saat terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi. Terlebih apabila pada saat yang bersamaan terjadi pasang maka kemungkinan besar volume air yang tinggi akan menggenangi daerah tersebut sehingga menggenangi beberapa daerah rawan genangan termasuk beberapa ruas jalan.

“Untuk menindaklanjuti ini, pembebasan lahan 8.000 m² pembentukan kolam retensi yang telah di rencanakan beberapa tahun lalu. Ini untuk mengantisipasi besarnya debit air yang menggenangi daerah rendah sehingga dapat mengoptimalkan resapan air pada daerah rawan genangan,” tuturnya.

Baca Juga  Kok Bisa Sekda Naziarto Jadi Petugas Haji, Ini Penjelasan Biro Kesra Babel?

DED juga sudah di review oleh Dinas PUPR yang mana proses tersebut tentunya juga sudah melalui jalan yang cukup panjang sejak tahun 2012 dari mulainya dilakukan survei lokasi. Kemudian, penyusunan dan perubanahn DED, serta melakukan pembebasan lahan. Saat ini secara bertahap sedang dilakukan Pembangunan Kolam Retensi yang salah satu fungsinya untuk resapan air (konservasi air).

Selain kolam retensi, upaya PUPR dalam mengatasi genangan yakni dengan melaksanakan pembangunan Box Culvert di Pasar Pagi. Hal ini juga merupakan salah satu upaya mengantisipasi genangan air di Pasar Pagi yang saat ini sudah selesai dilaksanakan.

“Untuk saat ini kami fokus menyelesaikan pembuatan Kolam Retensi Bukit Nyatoh. Semoga setelah selesainya kegiatan ini wilayah inipun dapat menjadi salah satu alternatif objek wisata bagi masyarakat setempat karena lokasi kolam retensi tersebut bisa menjadi inspirasi mengubah lahan tersebut menjadi wahana wisata baru,” ungkapnya.

Baca Juga  Peduli Warga Terdampak Inflasi, Pemprov Babel Bagikan 3.000 Paket Sembako

Pihaknya juga sudah menyiapkan Mobile pump dengan kapasitas 250 Lt/detik sebagai salah ikhtiar dan upaya dalam pengendalian genangan banjir.