“Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sangat menyambut baik dan mengapresiasi PT Timah dalam upaya pelestarian budaya adat mapor sehingga menjadi daya tarik wisata kedepannya yang akan dipromosikan dan dilestarikan,” ucap Rismy.

Harapannya, Rumah Adat Memarong agar lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk lebih mengenal budaya serta adat yang telah lama ada di Bangka. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi upaya pelestarian budaya agar tidak hilang bersama perkembangan zaman.

Abok Usang Gedoy, Ketua Adat Orang Lum sekaligus Ketua Lembaga Adat Mapur mengatakan tujuh memarong tersebut akan digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat, tempat pernikahan, galeri untuk memasarkan produk hasil kerajinan, museum yang akan menampilkan peralatan orang lum dan lainnya, serta penginapan untuk wisatawan yang ingin menginap di rumah Orang Lum. 

Baca Juga  Bantu Puluhan Rumah Ibadah, Komitmen PT Timah Jalin Hubungan Harmonis Lintas Agama

“Nantinya setelah Kampung Adat Gebong Memarong ini selesai akan menjadi daya tarik bagi wisatawan dan bisa terus melestarikan tradisi dan adat istiadat Orang Lum,” harap Abok Udang Gedoy.

Dalam peninjauan pembangunan Kampung Gebong Memarong dihadiri juga Direktur SDM PT. Timah, Yennita yang langsung memberikan bantuan alat tenun kepada Lembaga Adat Mapor yang diwakili oleh kaum emak emak yang menjadi bagian dari  Program Timah Mengajar.