Hingga saat ini pihak pemerintah Daerah belum menaruh perhatian serius terhadap fasilitas yang dibutuhkan warga Pongok, khususnya ketersediaan Ambulance Laut.

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dapat memberikan perhatian kepada Desa Pongok untuk memberikan fasilitas ambulance laut.

Menurut Adung, banyak Masyarakatnya bergantung pada sarana tersebut, terutama untuk melayani warganya yang sakit dan harus mendapat rujukan ke Rumah Sakit di Toboali.

“Kami butuh ambulance laut. Tidak banyak cukup 1 unit saja, bukan hanya untuk membawa jenazah saja. Tapi kapan pun waktunya, warga kami selalu meminta Desa membantu membawa keluarganya yang sakit dan perlu tindakan medis dalam waktu cepat,” pintanya.

Dirinya tidak memungkiri jika Desa Pongok sempat memiliki bantuan perahu untuk kemanusiaan. Namun sayangnya, sejak 1 bulan terakhir fasilitas tersebut rusak.

Baca Juga  Yuk Hadiri Festival 1 Muharram 1445 Hijriah di Kenanga

“Dulu ada Perahu Pandawa biasanya kami pakai itu untuk bawa warga kami sakit atau meninggal dunia. Kami cukup menyediakan solarnya saja. Tapi sudah rusak dan tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Desa dengan jumlah masyarakat hampir 1.000 Kepala Keluarga ini merasa Masyarakat Desa Pongok kurang mendapat perhatian dari Pemerintah. Jarak tempuh Desa Pongok ke Sadai memakan waktu 3.5 jam lewat jalur laut. Sehingga Adung merasa Desa Pongo, Kepulauan Pongok menjadi desa 3T.

“Ada kami dengar program Bupati Bangka Selatan untuk pengadaan ambulance laut di tahun 2023. Tapi peruntukannya untuk Kecamatan Lepar Pongok. Padahal secara administratif jumlah penduduk kami hampir sama dengan Kecamatan Lepar Pongok. Kenapa kami dibedakan. Kecamatan Lepar Pongok itu cuma 10 menit dari Sadai. Kalau kami harus membutuhkan waktu tempuh 3.5 jam. Kenapa kami dibedakan. Kamu ini Desa 3T (Terluar, Terpencil dan Tertinggal). Kalau saya tambah 1 T lagi Terisolir”, tanyanya.

Baca Juga  Sosialisasikan OSS RBA, Pemkab Bangka Tengah Bakal Fokus Kembangkan Usaha Olahan Makanan

Dirinya meminta kepada wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kecamatan Pongok dan pemerintah daerah lebih memperhatikan dan memfokuskan fasilitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Pongok agar terkesan adil dan merata.

“Kami harap pemerintah dapat fokus memperhatikan Desa Kami. Ini juga karena kamu tidak punya keterwakilan. Ada sih, tapi tidak pernah ada reses wakil rakyat di desa kami. Reses inikan untuk menyerap aspirasi dari bawah. Tapi ini tidak pernah ada. Kami tidak menyudutkan anggota dewan, kami cuma minta perhatiannya saja. Mungkin perjalanan 5 jam di darat tidak sama perjalanan 3.5 jam ke desa kami,” sindir Adung mengkritisi.