Radmida Kembali Lanjutkan Program Berkah Sekali
Sementara suami bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Tiap kali saya turun, saya prihatin kondisi masyarakat. Makanya saya mengajak untuk bersama peduli kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara, ibu Yuli harus mencari nafkah sendiri untuk menghidupi dua anaknya. Apalagi, di dalam rumahnya tergenang air dengan kondisi juga memprihatinkan.
“Kasihan mereka, saya bantu kasur, mukena, beras dan Alquran. Ibu Yuli itu warga Pintu Air Sementara ibu Wati warga Kampung Keramat,” katanya.
Halaman
1 2

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.