“Dengan adanya program seperti ini kami berharap dapat meningkatkan kunjungan  wisatawan ke Pulau Putri, karena dengan adanya program seperti ini tentunya menambah spot untuk wisatawan snorkeling,” ucapnya.

 

Ia berharap, program coral garden dapat terus berlanjut, sehingga dengan semakin banyak jenis serta bentuk karang yang ada tentu menjadi spot yang menarik untuk para wisatawan. 

 

“Selain itu kami para Nelayan dapat menjadikan hal ini sebagai pekerjaan sampingan di saat kami tidak melaut,” ujar Supriyanto.

 

Ia menceritakan, mereka diajak terlibat dari proses pembuatan, penenggelaman, hingga monitoring sehingga mereka bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dalam melaksanakan transplantasi karang. 

 

Baca Juga  PT DAK Rayakan HUT ke-30 dengan Donor Darah dan Bantuan Sosial untuk Masyarakat di Bangka dan Lombok

“Program ini bagus karena tentunya untuk pertumbuhan karang, tentunya ini juga akan menambah pendapatan untuk masyarakat sekitar, karena dengan adanya kegiatan ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Putri ini,” katanya. 

 

Senada, Ketua Nelayan KUB Bina Sejahtera Bersama, Juliadi mengatakan, mereka menyambut antusias penenggelaman coral garden ini. Pasalnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan dari kegiatan Coral Garden. 

 

“Kami sangat optimis dengan adanya Coral Garden ini sektor pariwisata akan meningkat, karena disini merupakan spot dangkal, jika ingin snorkeling itu dapat dilakukan dengan alat seadanya dan jaraknya pun tidak terlalu jauh,” katanya. 

 

Apalagi kata dia pemandangan bawah laut di kawasan tersebut sangat indah, di kawasan terdapat berbagai keanekaragaman terumbu karang dengan jenis dan warna yang berbeda. Ditambah lagi dengan adanya ikan nemo. 

Baca Juga  Inilah Rekap Hasil Hari Kedua Cabor Tenis Lapangan Porprov VI Babel

 

Ia berharap, dengan adanya program ini dapat menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat, selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk para nelayan untuk mencari ikan.

 

“Selama ini kita hanya menenggelamkan rumpon, namun untuk kebun karangnya sendiri belum pernah ada dan ini merupakan yang pertama kali kita lakukan bersama PT Timah. Semoga ini menjadi spot unggulan dari berbagai aspek. Selain menjadi destinasi wisata juga dapat dimanfaatkan untuk mencari ikan, asal tidak mengganggu terumbu karang itu,” ucapnya. 

 

Kedepan, Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi kelompok nelayan selain mencari ikan tapi juga mengembangkan wisata.

Baca Juga  Omset Usaha Air Isi Ulang Rustam Meningkat setelah Menjadi Mitra Binaan PT Timah Tbk