BANGKA BELITUNG, TIMELINES1.COM – PT Timah Tbk menggelar workshop dan Sharing Session dengan penggiat minyak atsiri yang diikuti para mitra binaan PT Timah Tbk di Ruang Rapat Utama PT Timah Tbk, Jumat (27/1/2023). 

 

Anggota holding pertambangan Indonesia MIND ID menggelar sharing session ini bertujuan untuk mengenalkan potensi usaha minyak atsiri bagi para pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang sebagai sumber ekonomi baru yang bisa dikembangkan. 

 

Bangka Belitung merupakan salah satu Provinsi yang memiliki banyak rempah-rempah yang bisa dikembangkan untuk bahan baku minyak atsiri seperti cengkeh, lada, dan sapu-sapu. 

 

Untuk itu, Emiten Berkode TINS ini menghadirkan Founder dan CEO  PT. Syailendra Bumi Investama Eliest Listiani yang bergerak dalam Holding Company bagi para petani dan penyulingan minyak atsiri di Indonesia.

Baca Juga  PT Timah Tbk Bersama Rumah BUMN Belitung Gelar Workshop Digital Marketing dan Public Speaking Bagi Pelaku UMKM

 

Melalui Sharing Session ini diharapkan akan memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para mitra binaan yang ingin menggeluti usaha minyak atsiri dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki. 

 

Founder dan CEO  PT Syailendra Bumi Investama Eliest Listiani menjelaskan, peluang usaha minyak atsiri sangat besar. Apalagi Bangka Belitung memiliki potensi rempah-rempah dan tumbuhan dengan kualitas yang baik. 

 

Ia menjelaskan minyak atsiri itu merupakan minyak yang gampang menguap atau banyak terpen dan mengandung aroma yang diperoleh dengan metode destilasi atau penyulingan. Minyak atsiri ini juga bisa didapatkan dari semua bagian tumbuhan seperti akar, kulit, ranting, daun, dan buah tergantung dari jenis pohonnya.

Baca Juga  12 Hari Pelaksanaan Operasi Peti di Babar, 6 Penambang Timah Ditangkap

 

“Tanaman di Indonesia memiliki banyak potensi untuk dapat dijadikan minyak atsiri. Karena kebanyakan tanaman di Indonesia mengandung unsur-unsur tarpen dan memiliki aroma, sehingga tanaman yang memiliki kandungan tersebut dapat disuling dan menghasilkan minyak atsiri,” jelas Eliest.

 

Menurutnya, saat ini peluang usaha minyak atsiri cukup besar karena digunakan untuk beberapa industri seperti farmasi, kosmetik, skin care dan pestisida.