Nggak bisa, karena kita dealing sama perasaan-perasaan manusia,” kata Pritagita Arianegara, sutradara serial Mendua.

Sekilas tentang profesi intimacy coordinator

Mengutip situs idcprfessionals.com, profesi intimacy coordinator baru muncul sekitar tahun 2015. Alicia Rodis dari Amerika Serikat mendirikan sebuah organisasi non-profit bernama Intimacy Directors International di tahun tersebut bersama Tonia Sina dan Siobhan Richardson. Permintaan untuk melibatkan profesi ini dalam proses syuting kemudian meningkat pada 2017 usai skandal kekerasan seksual mantan produser film Amerika Serikat bernama Harvey Weinstein.

Alicia sendiri bukanlah nama baru di dunia akting. Ia sudah aktif di dunia teater sejak remaja dengan peran yang cukup dewasa.

Pada usia 15 tahun, ia sudah melakoni adegan ciuman dan berpura-pura orgasme demi peran pada usia 18 tahun. Harus diakui, adegan tersebut secara tak langsung berdampak pada kondisi mentalnya. Hal ini juga yang membuatnya berinisiatif mencetuskan profesi baru ini.

Baca Juga  Han So Hee Berbicara Tentang Drama Terbarunya “Gyeongseong Creature”

Intimacy coordinator bertugas untuk menciptakan ruang aman meski para aktor/aktris memerankan adegan seksual yang intim. Dalam praktiknya, profesi ini juga bekerja sama dengan pihak lain, seperti sutradara, koreografer akting, psikolog, pekerja sosial, pakar trauma, dan pakar lain untuk meneliti sistem penanganan adegan ketelanjangan, simulasi seks, dan keintiman. Profesi ini dilibatkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pelecehan seksual sesama kolega syuting. (***)