Jika melihat sejarah Indonesia, memang peran perempuan sejak dahulu lebih dominan pada pekerjaan domestik atau pekerjaan rumah tangga dibandingkan laki-laki yang memiliki peran mencari nafkah di luar.

Akan tetapi, bukan berarti juga melihat pekerjaan domestik menjadi pekerjaan yang mudah dilakukan. Tentunya mengerjakan pekerjaan domestik juga menghabiskan banyak waktu dan tenaga yang tujuannya demi kenyamanan bersama.

Rela Mengorbankan Waktu Kerja

Tak sampai disitu saja, bagi perempuan yang juga bekerja mencari nafkah, mampu mengatur jadwal untuk merawat anaknya dibandingkan pria.

Dilansir dari Forbes.com, berdasarkan laporan McKinsey 2018 menunjukkan, perempuan yang juga bekerja rela mengorbankan waktu kerjanya untuk tetap memprioritaskan tanggung jawab di rumah.

Baca Juga  Haruskah Orangtua Ikut Kelas Parenting? Ini 5 Manfaatnya

Kebanyakan perempuan yang sudah menikah tetapi masih bekerja, cenderung mendapatkan upah yang lebih rendah karena sering mengambil waktu cuti demi merawat anaknya atau orangtuanya.

Dengan demikian, perempuan yang melakukan pekerjaan domestik, patutlah dihargai. Sebab, mereka telah berperan besar di rumah dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (***)