Ia juga berharap, nantinya para petani bisa ikut menanam cabai sehingga bisa menambah suplai dari Bangka. 

 

“Ini juga upaya untuk menggugah kawan – kawan Petani seperti kami untuk menambah suplai untuk wilayah sendiri,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, kedepannya mereka juga  berencana akan melakukan industri hilirisasi produk Cabai. 

 

“Kami memiliki rencana kedepan untuk menanam dengan luasan 20 hingga 50 hektar, dan itu akan kami lakukan secara bertahap. Bahkan kami juga akan menyiapkan produk hilirnya juga. Yang tentunya dapat langsung dikonsumsi oleh konsumen,” katanya. 

 

Produk hilir yang dimaksud Dicky yakni dari hasil panen Cabe hari ini akan dijadikan bahan untuk cabai botolan. 

Baca Juga  Ombudsman RI: Penggunaan Kartu Petani di Babel Belum Optimal

 

“Ini akan kami uji coba dulu. Dan memang hasilnya memuaskan akan kami teruskan. Dan untuk formulanya pun sudah kami siapkan, hingga produk tersebut bisa dilepas dipasaran,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk jagung, menurut Dicky sebelumnya pihaknya sudah melakukan uji coba menanam jagung dengan berbagai varietas.  

 

“Jenis Jagung yang kita panen ini adalah jenis jagung manis, yang secara umumnya yang dijual di tempat wisata atau yang kita kenal dengan jagung manis. Sebelumnya kami juga pernah memanen jagung untuk pakan ternak,” katanya.