Menciptakan Ekonomi Kreatif Berbasis Pembangunan Infrastruktur Monumental Melayu
Setelah kita mengupas bangunan monumental tersebut, tentunya apa yang telah dibangun infrastruktur monumental dapat berimbas bagi pertumbuhan ekonomi. Hendaknya bangunan dapat menjadi suatu wadah atau tempat bagi penciptaan ekonomi-ekonomi kreatif baru untuk masyarakat. Berarti dari aspek tata letak dan kemudahan berkunjung kebangunan monumental tersebut diperlukan grand desain yang tepat. Sehingga apa yang dibangun dapat menjadi sebuah program pembangunan berkelanjutan.
Beberapa studi telah membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi sejatinya harus inheren dengan penurunan tingkat kemiskinan. Idealnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi harus mampu menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan memperburuk ketimpangan. Jika kita kaitkan dengan infrastruktur monumental tersebut hendaknya perlu dipikirkan partisipatoris masyarakat dalam menjaga aset infrastruktur monumental tersebut. Untuk itu perlu keterlibatan masyarakat yang mempunyai efek positif bagi ekonomi masyarakat itu sendiri.
Jika kita belajar dari pengamatan bangunan monumental wisata kota tua di Jakarta tentunya berimbas bagi perekonomian. Untuk aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam melakukan perniagaan di kawasan tersebut. Ini juga tentunya mungkin dan bisa terjadi di beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung. Perlu penataan perdagangan yang baik bersamaan dengan revitalisasi aset-aset yang telah dilakukan baik dari peran BUMN maupun pemerintah daerah. Artinya harapan kita bersama bahwa program pembangunan atau revitalisasi suatu bangunan monumental yang bernilai historis dan budaya hendaknya dapat menjadi manfaat yang komprehensif dan berimbas untuk perekonomian daerah. Seperti contoh keberadaan museum di suatu daerah tentunya tidak hanya melalui indikator jumlah kunjungan saja. Namun hendaknya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Jika ini terjadi tentunya hal tersebut dapat menjadi salah satu stimulus bagi peningkatan peran masyarakat dalam keikutsertaan pembangunan oleh pemerintah provinsi atau kabupaten kota khususnya di Bangka Belitung. Harapannya dengan munculnya infrastruktur-infrastruktur berbasis budaya melayu yang bersifat monumental dapat juga memberikan efek pengungkit bagi basis-basis ekonomi baru kreatif dalam pemanfaatan infrastruktur monumental tersebut. Tumbuhnya ekonomi kreatif tentunya juga akan menjadi salah satu aspek pertumbuhan ekonomi. Artinya monumental yang berarti berkesan dan kesan yang diartikan dapat mempengaruhi bisa menjadi pengaruh yang besar dan langsung dirasakan bagi seluruh elemen masyarakat.
Penulis: Dr. Darus Altin, SE, MMSI sebagai Dosen Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.